Rabu, 28 November 2012

STATISTIKA 1 - JENIS METODE SAMPLING

Teknik Sampling/Metode Sampling merupakan bagian dari metodologi Statistika yang berhubungan dengan pengambilan sampel (bagian dari populasi). Berikut jenis dan definisi dari teknik pengambilan sampel :
1. Probability Sample 
    Probability sample adalah sampel yang memperhatikan aspek peluang pada pemilihan anggota sampel.
A.  Simple Random Sampling 
     a. Pengertian
      Simple Random adalah cara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan) dalam anggota populasi tersebut. Anggota sampel dipilih secara acak dengan cara : 
- Pengundian menggunakan nomor anggota sebagai nomor undian 
- Menggunakan table angka random (bilangan acak) berdasarkan nomor anggota 
     b. Contoh : 
- Jumlah pegawai Bank swasta mengikuti pelatihan di Singapura 
- Narapidana yang mendapatkan remisi tahun 2007 dari Presiden RI 
- Jumlah Pegawai Diknas Kota Banjarmasin yang mengikuti Diklatpim II. 
- Jumlah nasabah Bank swasta di Kota Bali yang mendapat hadiah mobil 
B.  Systematic Sampling 
     a. Pengertian 
       Sampling Sistematis ialah pengambilan sampel didasarkan atas urutan dari populasi yang telah diberi nomor unit atau anggota sampel diambil dari populasi pada jarak interval waktu, ruang dengan urutan yang seragam. 
      b. Contoh : 
- Jumlah populasi 140 guru diberi nomor unit No.1 s.d. No.140. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan nomor genap (2,4,6,8,10 sampai 140) atau nomor ganjil (1,3,5,7,9 sampai 139). Pengambilan sampel bisa juga dengan cara mengambil nomor kelipatan (7,14,21,28 sampai 140). 
- Para pelanggan listrik nama-namanya sudah terdaftar di Bagian Pembayaran Listrik berdasarkan lokasinya. Untuk pengambilan sampel tentang para pelanggan listrik, secara sistematis dapat diambil melalui rayon pembayaran listrik.
C.  Stratified Sampling 
     a. Pengertian 
        Stratified Sampling ialah pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata secara proporsional, dilakukan sampling ini apabila anggota populasinya heterogen (tidak sejenis). 
      b. Contoh : 
- Dari 1000 populasi pemilih pada PEMILU akan diambil 100 orang (10%) sebagai sampel berdasarkan usia pemilih secara proporsional 
D.  Cluster Sampling 
      a. Pengertian 
      Cluster Sampling adalah pengambilan sampel dari populasi dikelompokkan menjadi sub-sub populasi secara bergrombol (cluster) dari sub populasi selanjutnya dirinci lagi menjadi sub-populasi yang lebih kecil. Anggota dari sub populasi terakhir dipilih secara acak sebagai sampel penelitian. 
       b. Contoh : 
- Akan dipilih sampel penelitian untuk meneliti rata-rata tingkat pendapatan buruh bangunan diKodya Semarang Kodya Semarang dibagi menjadi16 Kecamatan, dari 16 Kecamatan dipilih 2 Kecamatan sebagai Populasi dari sampling I Dari 2 Kecamatan masing-2 dipilih 2 Kelurahan sebagai Populasi dari sampel II Dari 2 Kelurahan masing-2 dipilih 50 buruh bangunan sebagai sampel penelitian. 

2.  Non-Probability Sample 
    Non-Probability sample adalah sampel yang tidak memperhatikan aspek peluang pada pemilihan anggota sampel. 
A.  Accidental Sampling 
     a. Pengertian 
         Metode pengambilan sampel dengan memilih siapa yang kebetulan ada/dijumpai. 
     b. Contoh : 
- Akan diteliti mengenai minat ibu rumah tangga berbelanja diswalayan peneliti menentukan sampel dengan menjumpai ibu rumah tangga yang kebetulan berbelan jadi suatu swalayan tertentu untuk dimintai pendapat/motivasinya. 
B.  Voluntary Sampling 
     a. Pengertian 
         Sampel dipilih dari anggota populasi yang secara sukarela berkenan didata. 
     b. Contoh : Penelitian Kedokteran, Penelitian Psikologi. 
C.  Judgement Sampling 
     a. Pengertian 
 Judgement Sampling adalah teknik sampling yang digunakan peneliti jika peneliti mempunya pertimbanganpertimbangan tertentu di dalam pengambilan sampelnya atau penentuan sampel untuk tujuan tertentu. Hanya mereka yang ahli yang patut memberikan pertimbangan untuk pengambilan sampel yang diperlukan 
     b. Contoh : 
- Peneliti ingin mengetahui model kurikulum SMU (plus), maka sampel yang dipilih adalah para guru yang ahli dalam bidang kurikulum pendidikan dan manajemen pendidikan, masyarakat yang berpengalaman, dan para ahli dibidang pendidikan. 
D.  Snowball Sampling 
      a. Pengertian 
       Snowball Sampling adalah teknik sampling yang semula berjumlah kecil kemudian anggota sampel (responden) mengajak para temannya untuk dijadikan sampel dan seterusnya sehingga jumlah sampel semakin membengkak jumlahnya seperti (bola salju yang sedang menggelinding semakin jauh semakin besar). 
      b. Contoh : 
- Akan diteliti siapa dalang pengedar narkoba di SMP Mekarsari Medan; siapa yang menjadi otak pembunuhan murid SD Kuasa Mandiri; siapa yang membocorkan rahasia soal ujian akhir nasional tahun 2007 dan lain-lain. 
E. Quota Sampling 
    a. Pengertian 
      Sampling Quota ialah teknik penentuan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (jatah) yang dikehendaki atau pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti. Caranya menetapkan besar jumlah sampel yang diperlukan, kemudian menetapkan jumlah (jatah yang diinginkan). 
     b. Contoh : 
- Peneliti ingin mengetahui informasi tentang penempatan karyawan yang tinggal di Perumahan Pondok Hijau, dalam kategori jabatan tertentu dan pendapatannya termasuk kelas tertentu pula. Dalam pemilihan orangnya (pengambilan sampel) akan ditentukan pertimbangan oleh peneliti sendiri atau petugas yang diserahi mandate.


Visit here : More

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

News Online

Loading...